Foto : Naufal
Siasati Era Digital, Pelajar NU Pekalongan Barat Diajak Ubah ‘Scrolling’ Jadi ‘Earning’
PEKALONGAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, menggelar Seminar Pelajar NU dengan mengangkat tema krusial bagi generasi zilenial: “Digitalizing Nahdliyyin; Strategi Pelajar NU Mengubah Scrolling Jadi Earning”.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Departemen Dakwah serta Lembaga Ekonomi PAC IPNU IPPNU Pekalongan Barat ini dilaksanakan pada Jum'at (22/5/2026) malam, bertempat di Gedung TPQ Miftahul Ulum
Medono, Pekalongan Barat.
Seminar ini menghadirkan praktisi usaha sekaligus akademisi, Muhammad Ashim, S.Pd., M.Pd., yang merupakan owner dari jenama lokal ternama, Sarung Batik Ashima.
Ketua PAC IPPNU Pekalongan Barat, Rekanita Rahma Nafalina Azzahra, dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi kader-kader muda NU untuk tidak sekadar menjadi konsumen pasif di tengah derasnya arus teknologi.
"Bagaimana cara kita menjadi pelaku aktif di era digital? Apalagi kita generasi z (gen-Z), di sini generasi z semua kan ya? Generasi Z itu punya PR besar terhadap kemajuan teknologi, apalagi kita sebagai pelajar, penerus ulama, kita harus bisa memanfaatkan teknologi dengan baik," ujar Rahma di hadapan puluhan kader yang hadir.
Rahma memaparkan, salah satu langkah konkret dalam memanfaatkan teknologi secara positif adalah dengan mengubah kebiasaan scrolling media sosial yang tidak berorientasi pada produktivitas, menjadi aktivitas learning (belajar) yang bermuara pada earning (menghasilkan).
Ia juga menyuntikkan motivasi kepada para rekan dan rekanita agar memiliki cita-cita besar di dunia digital dan industri kreatif, seperti menjadi seorang Chief Executive Officer (CEO) di usia muda.
Menurutnya, kehadiran pemateri yang juga seorang konten kreator sukses di TikTok serta influencer mustasyar, menjadi momentum emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta.
"Hari ini kita beruntung, memiliki kesempatan mendapatkan ilmu-ilmu itu langsung dari pemateri kita. Beliau ini sukses di dunia digital, mengelola affiliate dan tahu betul bagaimana mengelola konten kreatif hingga menembus FYP (For You Page) TikTok," lanjutnya.
Melalui seminar ini, Rahma berharap para pelajar NU Pekalongan Barat dapat langsung menggali strategi teknis, mulai dari cara memulai bisnis digital tanpa modal besar, optimalisasi fitur affiliate, hingga trik algoritma agar konten dakwah maupun niaga dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
"Silakan nanti ditanyakan langsung kepada pemateri, digali ilmunya. Bagaimana cara mengelola akun, bagaimana strategi affiliate TikTok yang efektif, agar kita tidak hanya menghabiskan kuota untuk melihat hal-hal yang kurang bermanfaat, tetapi bisa menghasilkan," pungkas Rahma menutup sambutannya.